Review Anggi

Halaman

  • Beranda
  • About Me
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sitemap
  • Terms and Conditions
  • Home

 

by hancinema

Anyeong...
Siapa yang masih nggak bisa move on dari drama ini? Drama yang udah ditunggu Kpopers generasi kedua sejak kolaborasi Yoona SNSD dan Lee Junho 2PM melalui MC juga dance yang bikin Kpopers generasi kedua ikut baper hahaha, termasuk saya. Saya sendiri juga kangen interaksi antar idol kayak gini, sebab era Kpopers sekarang gampang kena hate comment dan war yang nggak penting. Jadi saya seperti butuh asupan seperti generasi kedua kayak gini. Belum aja tuh anak Kpopers sekarang disuguhin video klip yang mirip iklan Caribbean Bay 'Cabi Song' SNSD dan 2PM yang HOT, dijamin bakalan kebakaran jenggot 😆😆😆😏😏😏

Tentu saja ketika drama ini tayang, nggak lepas dari kontroversi dan berbagai komentar dari yang memuji sampai yang julid. Ada yang bilang cuma bucin-bucinan, padahal banyak sisi positif yang bisa dipetik dari sini selain 'bucin'. Hmm, para penggemar drama romcom sudah tebal hati dan kupingnya karena dibilang seleranya menye-menye kwkwkwk lagian nonton drama untuk bahagia ya nggak 😌 Selain komentarnya yang lumayan pedas, ada juga kontroversi cerita tentang tokoh Pangeran Arab di sini yang terkesan 'main cewek', apalagi Korea terkenal negara yang rasis. Walau begitu, drama ini tetap menjadi nomer 1 dengan rating yang tinggi, seperti oase di tengah drama lain dengan genre dark dan bikin pusing kepala.

Alkisah diceritakan ada seorang pemuda kaya raya, Gu Won (Lee Jun Ho) yang kelak akan menjadi penerus perusahaan terbesar, King Group, yang memiliki banyak hotel dan maskapai penerbangan di bawahnya. Gu Won memiliki trauma dengan senyuman karena masa lalu di masa kecilnya. Gu Won juga akhirnya terjebak dalam permasalahan warisan dengan saudaranya tirinya, Gu Hwa Ran. 

Cheon Sa Rang (Yoona) seorang wanita yatim piatu sederhana yang hanya tinggal dengan neneknya, memiliki impian kuat serta selalu memiliki vibes positif. Dia memiliki cita-cita sebagai hotelier dan diterima di King Hotel. Walau hanya lulusan D2, tetapi ia memiliki kemampuan lebih seperti menguasai berbagai bahasa karena kecintaannya pada profesi ini. Sampai akhirnya ia menjadi karyawan terbaik di King Hotel. Gu Won yang anti dengan orang tersenyum pada akhirnya bertemu dan jatuh cinta dengan Cheon Sa Rang yang selalu tersenyum dan positive vibes. Bagaimana alur cerita mereka ?

Insight

Walau terdengar klise, tapi drama CEO dan pegawainya ini tentu nggak monoton. Selain menceritakan perasaan mereka yang kian berkembang, drama ini juga menceritakan tentang kehidupan di sekitar Gu Won dan Cheon Sa Rang serta banyak cerita yang sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. 

Isu Perempuan

bestie

Cheon Sa Rang memiliki dua sahabat, Kang Da Eul seorang working mom yang bekerja di King Mall dan Oh Pyeong Hwa yang bekerja di maskapai penerbangan King Air. Mereka bertiga memiliki kisah berbeda. 

Kang Da Eul

Menjadi seorang working mom tak membuat mertua dan ipar serta suami sendiri merasa sungkan. Itulah yang terjadi di kehidupan Kang Da Eul. Suaminya menjadi pengangguran karena dipecat. Awalnya mertua Kang Da Eul selalu menyudutkan Kang Da Eul dan bertindak semena-mena ketika mereka datang berkunjung ke rumah Kang Da Eul. Da Eul harus tetap mencuci piring, membersihkan rumah ketika mereka datang tetapi suami tidak pernah membantunya. Beruntung anak perempuan Da Eul selalu mendukungnya. Pada akhirnya ketika suaminya terciduk berbohong, maka Da Eul memberi pelajaran pada suaminya dengan menyuruh suami untuk melakukan pekerjaan rumah selama Da Eul bekerja. Kisah Kang Da Eul ini secuil potret rumah tangga kebanyakan orang yang masih menganut sistem patriarki, di mana seorang suami sebagai kepala rumah tangga tidak wajib mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ipar Da Eul yang masuk kamar dan pinjam barang Da Eul sesukanya juga relate banget sih kwkwk karena nggak semua anggota keluarga dididik tau sopan santun dan punya boundaries.

Oh Pyeong Hwa

Stigma negatif seorang 'janda' terkadang menjadi bahan bullying di lingkungan pekerjaan. Itulah yang dirasakan Oh Pyeong Hwa yang pernah tercatat menikah di sipil walau tidak benar-benar menikah, membuatnya merasa minder dan malu dengan status 'janda' yang melekat pada dirinya. Apalagi rekan kerjanya yang selalu berusaha menjatuhkannya dengan membawa-bawa statusnya tersebut. Hal yang bikin saya gregetan ketika pilot sebagai kapten mencoba melecehkan Pyeong Hwa. Akhirnya saya ikut senang karena akhirnya maaf, kemaluan pilotnya ditendang Pyeong Hwa secara sengaja 😂😂😂 Satu tim kok toxic semua hiiiiih....

Cheon Sa Rang

Karyawan terbaik di pekerjaan, tetapi juga menjalani hubungan dengan Pak Bos, siapa sih yang nggak iri? Jujur kita bisa iri dong... Cheon Sa Rang juga nggak luput dari cemooh rekan kerjanya ketika muncul rumornya dengan Gu Won di King Hotel, dengan menganggap bahwa Sa Rang adalah wanita penggoda. Padahal yah si Sa Rang ini tulus banget nggak dibuat-buat apalagi untuk menguasai kekayaan Gu Won. Sa Rang nggak matre. Hanya karena status sosial yang berbeda, mengapa label 'menggoda' hanya melekat pada diri perempuan?

Senioritas

nyari ginseng

Masalah kesenioritasan tentu saja bukan hal aneh lagi di dunia nyata. Dalam drama ini, gambaran senioritas antara atasan dan bawahan sangat kental. Terlebih di kisah Pyeong Hwa yang selalu dipojokkan oleh senior dan mendapat tekanan dari atasan. Apalagi ketika sudah mencapai target demi naik jabatan, malah rekan lain yang naik hanya karena Pyeong Hwa menyandang status 'janda'. Di awal cerita, Sa Rang juga banyak dimusuhi seniornya karena dianggap naik jabatan dari hasil menjilat. Sampai-sampai di salah satu scene, Sa Rang harus pergi ke gunung untuk membujuk petani ginseng karena tidak ada yang mau mengambil tugas itu. Kemudian ada kisah Da Eul yang dipaksa menjual barang melebihi target sewajarnya, hingga mengorbankan waktu istirahatnya


Positive Relationship

Lee Ro Un, pramugara ganteng 😍

Namanya aja genre romantic comedy, ya pasti ada cerita cintanya dong... Hayoooo... Siapa yang gagal fokus dan pindah haluan ke pramugara ganteng ini? Saya... saya... ✋✋✋ Lee Ro Un ini salah satu pria ter-green flag sejagad. Dia mencintai Pyeong Hwa secara ugal-ugalan, nggak peduli dengan status Pyeong Hwa. Padahal Lee Ro Un adalah junior Pyeong Hwa, tetapi dia selalu ada di sekitar Pyeong Hwa ketika tertindas oleh rekan-rekannya. Apalagi dialognya bikin saya ikut baper :

Pyeong Hwa : Aku hanya ingin memastikan, apa kau menyukaiku ?
Ro Un : Ya, aku menyukaimu
Pyeong Hwa : Maaf, aku tidak bisa menerima perasaanmu
Ro Un : tidak masalah, aku hanya menjawab pertanyaanmu. Kau atur perasaanmu, perasaanku biar aku yang atur

Berasa diajak terbang ke awan tinggi nggak sih hahaha.... rasanya saya ikut nggak napak tanah 
💕💕💕💕💕💕💞💞💞💞💞💞💞💞💞

"semua orang diguyur hujan, hanya berbeda curahnya, namun mereka tetap kehujanan. Kendati begitu, hujan pasti reda. Izinkan aku menjadi payungmu"

aaaa...... peluk tembokkk....

support each others

Awalnya saya kira Gu Won dan Cheon Sa Rang akan putus ketika Sa Rang mengutarakan keinginannya untuk 'berhenti', ternyata maksudnya adalah berhenti bekerja di King Hotel dan memulai babak baru di hidupnya yakni dengan membuka hotel sendiri. Gu Won sangat mendukung keputusan Sa Rang 💑 Nah, punya pasangan tuh gini, bukan merasa si paling dan ingin bersaing tetapi saling mendukung!


Di balik cerita perbucinan, ada cerita persahabatan mereka. Bekerja di profesi yang sama-sama berhubungan dengan jasa dan menghadapi pelanggan, mereka kerap saling berbagi suka dan duka. Kang Da Eul, meskipun sudah menjadi ibu, tetap mengunjungi mereka. Kalau yang saya lihat, sahabatnya ini seperti tempat 'me time'nya Da Eul dari kepenatannya menjadi seorang working mom. Hebatnya lagi, dia selalu menyimpan keburukan suaminya dan keluarga suaminya di depan sahabatnya. Da Eul mommy hebat!

six siblings nih, senggol dong !

Six siblings ini terbentuk ketika melakukan perjalanan ke Thailand, diketuai oleh Pak Noh, tangan kanan Gu Won yang super gesrek dan konyol. Adanya cerita mereka menambah warna di drama ini menjadi lebih hidup.

Sibling Rivalry

Gu Hwa Ran

Memang susah kalau berebut tahta sama saudara sendiri. Gu Hwa Ran seperti memiliki 'dendam' di masa lalu dengan Gu Won karena merasa selalu diabaikan padahal dia juga berprestasi. Hingga dewasa dia hanya ingin mengambil alih perusahaan King Group dan berseberangan dengan pemikiran Gu Won. Dalam pikiran Gu Hwa Ran hanyalah memperoleh keuntungan semata, berbeda dengan Gu Won yang lebih memanusiakan manusia. Apalagi keinginan ambisius itu bahkan sampai mengorbankan rumah tangganya sendiri.

Bagi pecinta drama romantic comedy, drama ini wajib masuk list ! Selain menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan, kita dimanjakan dengan keindahan negara Thailand yang secara tidak langsung mendongkrak perekonomian Thailand. Mengutip dari website kilat.com, beberapa wilayah Thailand yang tayang di episode 10 drama ini diantaranya yakni kuil-kuil seperti Wat Arun dan Loha Prasat dari Wat Ratchanda yang berada di ibu kota Thailand yakni Bangkok. Selain itu, ada pula jalan Kaisan yang merupakan tempat backpacker seluruh dunia berkumpul, kemudian pusat-pusat perbelanjaan ternama seperti Icon Siam, Siam Square,Bangkok Hotel, Oriental Villa, Banyam Tree Hotel serta kota kuno Samut Parakan.

seru ! sumber : Mint Magazine Thailand

Soundtrack dari King The Land ini juga easy listening, berasa disayang haha... Drama ini seperti mengembalikan kejayaan genre romcom era 2016 !




Salam,




  • 1 Comments

sumber : hancinema.net

Assalamualaikum,
Annyeong... 

Kelar nonton drama Because This Is My First Life, aku langsung marathon nonton drama ini. Drama ini sebenarnya pernah aku tonton sekelebat di channel TVN-D tapi waktu itu udah nyampe episode 11. Then, aku tertarik lagi nonton drama ini karena terpesona sama Go Joon, kayak manly aja gitu liatnya. Nggak terlalu ganteng, wajahnya khas Korea banget tapi ada manis-manisnya :D 

Bukan drama Korea kalau enggak 'nyentil' kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah di drama ini. Jadi ceritanya ada seorang wanita, Jang Ha Ri (Jang Na Ra) yang berusia sangat matang bahkan bisa disebut (maaf) perawan tua. Dia udah lama nggak pacaran sejak 10 tahun terakhir karena sibuk kerja dan emang suka nggak 'ngeh' sama cowok yang lagi pedekate sama dia. Dia memiliki impian besar yaitu menjadi ibu. Dia bekerja di majalah The Baby dan sukses menjadi wakil direktur. Namun impiannya seakan runtuh ketika dia divonis oleh dokter mengidap penyakit endometriosis yang membuatnya agak sulit mengandung. Dokter menyarankannya untuk melakukan tindakan operasi. Namun konsekuensinya adalah peluang untuk hamil semakin tipis. Ha Ri pada saat itu memutuskan untuk tidak operasi dan semakin bersemangat untuk memiliki anak. Ha Ri ingin punya anak tapi nggak mau nikah. Akhirnya muncul ide 'gila'nya yaitu mencari donor sperma yang pada akhirnya tindakannya itu seperti 'membunuh diri'nya sendiri. Donor sperma tidak diperbolehkan selain suaminya sendiri, sepertinya itu juga berlaku di Indonesia ya. Ha Ri dikelilingi tiga pria yang pada akhirnya Ha Ri membuat daftar calon donor sperma dari tiga pria tersebut. Siapakah dia?

Han Yi Sang (Go Joon)

duh manis ahjussi rasa oppa

Han Yi Sang adalah fotografer freelance dan mapan. Hobinya adalah mencoba sesuatu yang baru dan sibuk berkeliling dunia. Hingga akhirnya, sahabatnya yang juga fotografer mengirim komentar di sosial medianya lalu mengajaknya kembali bekerja. Han Yi Sang bertemu dengan Ha Ri secara tak sengaja di sebuah pusat perbelanjaan. Saat itu, Ha Ri sedang mengenakan kostum ala ibu hamil karena Ha Ri baru selesai melakukan pemotretan untuk majalahnya. Sialnya, sakit menstruasi hari saat itu sedang 'kumat'. Ha Ri dikira mau melahirkan, padahal emang lagi sakit kram karena menstruasi. Akhirnya Yi Sang-lah yang membawa Ha Ri ke rumah sakit. Dokter memvonis Ha Ri mengidap endometriosis. Ha Ri sejenak seperti kehilangan kesadaran lalu nggak sengaja mengajak Yi Sang menikah. 

Sebenarnya Ha Ri dan Yi Sang bukan pertama kali ini bertemu. Mereka juga pernah bertemu tiga tahun lalu di salah satu pesta. Ketika itu Yi Sang baru saja patah hati dan Ha Ri emang lagi ngebet aja cari kenalan buat dijadiin suami. Di pesta itu Ha Ri ngekiss Yi Sang itupun karena lagi mabuk, haduuuh mbakk... 

Pokoknya dari awal pertemuan Ha Ri dan Yi Sang ini nggak ada momen yang sweet. Adanya selalu saat Ha Ri bertindak bodoh dan ceroboh. Sebenarnya Yi Sang sudah menaruh hati sama Ha Ri, tapi maju mundur karena Ha Ri sangat menginginkan anak dan mencintai anak-anak sedangkan Yi Sang tidak, itupun karena keadaannya yang ternyata ia kurang subur (subfertil).

Yoon Jae Young (Park Byung Eun)


Jae Young adalah seorang dokter. Ia juga sahabat Ha Ri dari bayi bahkan. Tapi ia akhirnya memilih menikah dengan pujaan hatinya dan meninggalkan Ha Ri. Kemudian ia kembali lagi setelah bercerai dengan istrinya, karena istrinya lebih memilih karir daripada mengasuh anaknya. Ia menginap di rumah orangtua Ha Ri. Jae Young tinggal di lantai bawah sedangkan Ha Ri di lantai atas. Jae Young ini merepresentasikan seorang ayah tunggal yang baru bercerai. Rumah nggak ada, sibuk kerja tapi juga sibuk mengasuh anaknya. 

Choi Kang Eud Ddeum (Jung Gun Joo)


Di antara pemain pria yang usianya tak lagi muda, ada mas mas muda di sini hihi, Jung Gun Joo ini pernah main di drama Extraordinary You dan jadi pria yang patah hati. Ceritanya, Euddeum ini karyawan magang di bagian marketing The Baby. Karakternya muda tapi ceplas ceplos, lugu, agamis, terlalu baik sama orang sampai orang salah paham dikira naksir kwkwk, kayaknya juga anak mami karena selalu bilang 'kata ibuku'. Euddeum ini punya 'bibit unggul', diketahui saat ia sedang melakukan pemeriksaan kesehatan bersama Ha Ri. Si Ha Ri langsung berbinar-binar doong. Ulala banget kan, mana masih muda juga :D 

Jang Ha Ri pilih siapa?



Sebenarnya udah ketebak sih endingnya si Ha Ri jadi sama siapa. Tapi yang bikin menarik itu ya perjalanan cinta mereka, berikut kisah tiga pria yang memiliki perjalanannya masing-masing. Demikian pula dengan teman-teman Ha Ri.

Insight

Drama ini dikemas ringan dan juga menyentuh. Dibumbui dengan komedi dan romansa dewasa, secara mereka menjalin hubungan di usia 40 tahunan bukan yang menye-menye gitu kan. Ada part yang bikin aku terharu adalah saat Ha Ri membuka salah satu majalah ketika setelah operasi dan di majalah itu tertera kata-kata, 'ibuku..ibuku..'. Hal ini menjadi fakta bahwa sebenarnya naluri seorang wanita ya menjadi ibu. Walau meskipun tidak menjadi ibu atau bahkan tidak menjadi seorang istri tidak mengurangi esensi kita sebagai perempuan. Part lain yang paling aku suka adalah interaksi tokoh utamanya, gemessss... Apalagi tatapan Yi Sang ke Ha Ri tuh haduuuuh bikin meleleh hihi.. Cinematicnya juga yah ala ala TVn yang memanjakan mata dengan segala ke-estetikannya.

Ya Tuhan, tolong....

Drama ini memang ringan sih tapi lama-lama aku ngerasanya makin membosankan aja untuk ditonton. Banyak adegan yang aku skip, apalagi kalau si Jae Young ngeganggu hubungan Ha Ri dan Yi Sang. Rasanya kek hih, apa dah, udahlah kemarin 'buang' sahabat sendiri demi cinta eh sekarang nyari Ha Ri lagi. Wajar ya mungkin baru aja kehilangan cintanya, jadi agak labil gitu. Padahal hidup Ha Ri tanpa dia tetap baik-baik aja, toh si Ha Ri cuma nganggap Jae Young 'abang' doang nggak lebih. Penyelesaian konflik antar tokoh drama ini cukup masuk akal, nggak ada yang dilebih-lebihkan.

Jalan Hidup Tak Harus Sempurna



Kisah teman-teman Ha Ri ini super relate banget dengan kehidupan nyata. Sahabat Ha Ri dulu seorang wanita karir, tidak bisa bekerja lagi karena melahirkan dan memiliki anak kembar cowok, tapi dia tetap berusaha ingin bekerja lagi walau banyak yang menolaknya. Kadang-kadang dia pingin kerja lagi tapi di lain sisi juga khawatir sama anaknya kalau dititipin ke orang lain. Dilema emang.

Mantan boss Ha Ri juga setelah melahirkan lebih memilih bekerja di rumah walau honor yang diterima lebih sedikit daripada saat menjadi direktur di Oh My Baby. Ada pula rekan kerja Ha Ri yang sudah menikah namun memilih untuk childfree alias nggak ingin punya anak. Dia juga mengalami tekanan batin karena orangtuanya selalu mengirimkan herbal promil sedangkan ia dan suaminya emang memutuskan nggak mau punya anak. Sedangkan Ha Ri udah mapan, eh pingin punya anak tapi nggak bisa. Kenapa hidup harus sesulit itu?

Hubungan Orangtua dan Anak


Ha Ri sebenarnya juga punya cerita kelam dengan ayahnya. Ayahnya pergi meninggalkan Ha Ri saat Ha Ri masih SD, pas wisuda lagi. Tapi pas lagi sakit, ibu Ha Ri malah merawat ayahnya dan itu membuat Ha Ri berang. Walau sebenarnya ibu Ha Ri melakukan itu juga untuk Ha Ri, karena ibu Ha Ri akhirnya menegaskan pada ayahnya agar nanti jangan mengganggu Ha Ri apalagi sampai meminta uang, mending kerja yang bener terus bayar panti jompo. Ha Ri awalnya nggak mau ketemu sama ayahnya, tapi akhirnya ia memutuskan untuk bertemu ayahnya meski tidak serta merta langsung memaafkan ayahnya. So meskipun punya ayah buruk, ya dia tetap ayah sih, nggak ada bekas ayah ataupun bekas anak meski tak lagi bersama.

Mencintai Bukan Mengorbankan Diri, tapi Penerimaan Diri dan Pasangan


Menuju episode akhir emang Yi Sang galau banget padahal si Ha Ri udah berhenti memikirkan anak. Dia merasa belum bisa membahagiakan Ha Ri karena kondisi subfertilitasnya, eh tapi kangen juga sama Ha Ri. Cerita cinta mereka memang dibikin tarik ulur karena di sisi lain Yi Sang trauma dengan kisah cintanya yang udah berjalan 17 tahun tapi harus putus karena kondisinya dan tidak memiliki titik terang. Padahal si Ha Ri berhenti berusaha memiliki anak juga bukan karena Yi Sang, ya karena emang keinginan dia aja. Akhirnya sih mereka menerima kenyataan dan menjalani hidup secara bahagia serta santai. Tidak terburu-buru memikirkan pernikahan karena memang banyak impian mereka yang belum terwujud.

Walau impianmu mungkin terlihat tidak tercapai, tapi kamu setidaknya bergerak maju -Jang Ha Ri-

Intinya gengs, kita emang nggak bisa meraba masa depan tapi bersama orang yang kita cintai semua akan terasa mudah dijalani. Kita juga nggak bisa nentuin takdir kita akan jadi apa, nikah sama siapa, dikasih anak apa enggak. Kita emang nggak mampu melawan takdir. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha. 

Ini Kata Anggi.
Bagaimana dengan Kata Kamu?

Jogja, Juni 2021
Anggi
  • 2 Comments
sumber : soompi.com


Assalamualaikum, 
Annyeong... 

Baru pertama kali aku nonton drama ini padahal udah tayang 2017 lalu, dan baperrrrrrrrr..... Pantas saja waktu aku update tentang drama ini di instastory, beberapa orang langsung DM aku, mereka bilang kalau drama ini memang bagus bahkan ada yang menonton ulang beberapa kali. Ternyata ceritanya emang sederhana tapi menyimpan makna tersirat. Apalagi kisah cinta pemain utamanya yang eummm.....bikin mikir lagi tentang apa arti pernikahan, uhuk...

Banyak fenomena kehidupan yang diangkat dalam drama ini, khususnya untuk kaum perempuan yang entah hingga hari ini masih saja menjadi warga kelas dua. Drama ini juga membahas isu-isu tentang pelecehan seksual dan seksisme di tempat kerja, otoritas tubuh, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi. Walau permasalahan yang diangkat demikian kompleks, namun drama ini disajikan dengan humor para tokohnya.

Ji-hoo (Jung So-min), Ho-rang (Kim Ga-eun), dan Soo-ji (Esom) adalah tiga perempuan yang bersahabat sejak SMA. Saat menginjak usia ke-20, ketiganya merantau ke Seoul dari sebuah kota kecil untuk kuliah dan bekerja, dengan harapan bisa memperbaiki nasib di sana. Mereka berasal dari keluarga miskin. Apabila usaha mereka gagal, mereka tidak bisa kembali ke rumah orang tua, ataupun meminta bantuan dari keluarga. Ketika masalah datang pun mereka harus menyelesaikannya sendiri tanpa intervensi. Ini adalah gambaran realistis dari kehidupan anak-anak muda kelas menengah, yang dituntut untuk mencapai kestabilan ekonomi dalam usia muda, juga untuk memperbaiki nasib keluarga. Tahun demi tahun berjalan, ketiganya memiliki peruntungan karier dan finansial yang berbeda, yang kemudian ikut mempengaruhi cara pandang mereka mengenai hubungan dan pernikahan.

Ho-rang memiliki cita-cita ingin menikah dan berkeluarga, karena ia berasal dari keluarga miskin ia menganggap bahwa pernikahan adalah jalan keluarnya dari garis kemiskinan sebab dukungan finansial dari suami. Ia juga menganggap bahwa pernikahan guna menyelamatkannya dari tatapan sinis orang-orang yang selalu mengecilkan perempuan yang tidak atau belum menikah. Ho-rang menganggap bahwa perempuan yang awalnya tidak saling mengenal bisa menjadi saling akrab apabila berada dalam lingkungan pernikahan serta memiliki anak.

Berbanding terbalik dengan Ho-rang, Soo-ji selalu menganggap bahwa laki-laki dan pernikahan adalah omong kosong. Ia hanya menganggap bahwa laki-laki yang datang padanya hanya menginginkan seks. Ia besar dengan seorang ibu tunggal yang memiliki disabilitas fisik. Soo-ji kecil memiliki impian untuk memperbaiki nasib dirinya dan ibu. Soo-ji sadar, karena dirinya datang se-“paket” dengan ibunya, tidak akan ada laki-laki yang mau tinggal bersama atau menikah dengannya.

Soo-ji sering mengalami pelecehan seksual dan perlakuan-perlakuan seksis seperti gaslighting dan mansplaining dari rekan kerja laki-lakinya di kantor. Meski begitu, ia tetap bertahan bekerja di perusahaannya, karena ia butuh uang untuk hidupnya dan sang ibu, dan perusahaannya memberikan gaji yang besar.

Sementara itu, Ji-hoo tidak pernah mempertimbangkan pernikahan sebagai sebuah hal yang penting, sampai ia kesulitan keuangan dan nyaris tidak bisa menyewa tempat tinggal yang layak. Ketika ia bertemu Nam Se-hee (Lee Min-ki), seorang pegawai di start-up teknologi yang mengajaknya menikah secara kontrak, Ji-ho menerima tawaran itu.

Jatuh Bangun Perempuan di Dunia Kerja

Drama ini berusaha mendobrak tentang isu feminisme dan kesetaraan gender terutama di dunia kerja. Ji-Hoo, yang hendak diperkosa rekan kerjanya tapi hanya permintaan maaf yang ia terima. Malah Ji-hoo yang disalahkan karena tidur di tempat sepi seorang diri, sementara pemerkosa dibebaskan dengan alasan sedang mabuk.


Soo-Ji, yang dalam drama ini sangat sering menjadi sorotan korban pelecehan seksual di kantornya. Ia sering mendapat komentar jorok dari atasan, soal mengenai memakai bra atau tidak bahkan menjadi taruhan oleh rekanannya. Soo-Ji hanya bisa memendam amarah karena ia sadar ia bekerja hanya butuh uang untuk menopang hidupnya dan juga ibunya. Meski pada akhirnya Soo-Ji dengan sangat elegan keluar dari perusahaan tersebut dan merintis bisnisnya bahkan memiliki pendapatan sangat besar dalam waktu singkat.

Ho-rang juga mengalami hal serupa. Rahimnya sering disalahkan sebab menstruasi apabila ia sedang emosi oleh rekanannya.

Jatuh Bangun Dalam Cinta

sumber : hancinema.net

Selain dunia pekerjaan, drama ini juga menyoroti tentang cinta dan pernikahan antar tokoh, terutama oleh tokoh utamanya, Ji-hoo dan Se-Hee. 

Ji-Hoo yang memang masih tak memiliki pekerjaan tetap serta tempat tinggal layak, membutuhkan tempat tinggal nyaman. Lalu Nam Se Hee membutuhkan teman serumah untuk turut membayar sewanya. Seperti yang telah diketahui bahwa membeli rumah atau apartment sangat mahal di Korea Selatan. 

Nam Se Hee membutuhkan Ji-Hoo, kemudian sebaliknya demi keamanan dan kenyamanan bersama, maka mereka memutuskan jalan pernikahan ialah satu-satunya, walau ada kontrak di atasnya. Jalan mereka menuju pernikahan pun juga tak mulus, karena namanya pernikahan adalah menyatukan kedua keluarga. Sama seperti keluarga pada umumnya, selalu ada konflik di antara mereka dengan keluarga besar mereka, soal upacara pernikahan, latar belakang keluarga yang hanya mementingkan pihak laki-laki daripada perempuan, hingga keinginan ibu Ji-hoo agar Ji-hoo tetap mengejar impiannya walau telah menikah. Seiring berjalannya waktu, mereka saling jatuh cinta.

Soo-ji yang awalnya selalu menolak kehadiran pria dalam kehidupannya akhirnya menemukan pasangan yang tepat serta dewasa dalam menghadapi Soo-ji, bahkan selalu mendukung keputusan-keputusan Soo-ji termasuk mengembangkan usaha sendiri setelah ia keluar dari pekerjaannya.

Sementara Ho-rang memiliki kekasih, Woon Seok, yang telah ia pacari selama kurang lebih tujuh tahun. Dalam perjalanan kisahnya mereka juga mengalami up down, ditambah keinginan besar Ho-rang yang ingin segera menikah memperkeruh keadaan. Walau sempat berpisah, namun pada akhirnya mereka bersama lagi.

Insight

Waaah, kalau ngomongin soal insight apa yang bisa didapat dari drama ini tentunya sangat banyaaaaaakkkk. Ceritanya sangat kompleks tentang kehidupan nyata tapi dikemas ringan. Pengembangan karakter yang cukup lumayan juga menurutku. Percakapan antar tokoh, terutama tokoh utama yang penuh dengan kata-kata dengan makna mendalam. Bikin penonton semakin memikirkan apa itu arti cinta dan pernikahan sesungguhnya. Cerita persahabatan yang digambarkan juga indah, dimulai dari jaman SMA hingga masuk dunia kerja. Walau mereka memiliki impian berbeda namun mereka tetap bersatu. Mereka ada di saat kritis satu sama lain. Dalam persahabatan mereka pun tidak pernah menyinggung soal ranah pribadi masing-masing kecuali ada yang memulai, sangat menghargai pokoknya. Relate sekali kan yah, kadang di tempat kerja atau lingkungan baru kita susah banget dapat yang 'sreg' sama kita. Semakin usia dewasa bertambah semakin kecil pula 'circle' kita. Bukan memilih, tapi itu adalah soal kenyamanan. Apalagi kalau bicara tentang cinta. Cita-cita Ji-Hoo sesungguhnya memang bukan menulis, tapi menemukan cinta, bertemu seseorang seperti takdir. Ya, apa artinya kalau pernikahan tanpa cinta yang apa adanya, saling mendengarkan, sehat, tidak menuntut apa-apa, tanpa tendensi dan setara.

Ini Kata Anggi.
Bagaimana dengan Kata Kamu?

Jogja, Mei 2021
Anggi

  • 2 Comments
Beranda

Follow Me

  • instagram
  • Blog
  • Twitter
  • Tiktok

Community

1minggu1cerita

recent posts

Labels

1minggu1cerita Beauty Beauty Review Blogger Perempuan BTS Curhat Emak Cushion Drama Korea Isu Terkini Kpop Life Story Lifestyle Marriage Parenting Product Review Review Buku Review Drama

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Agustus 2023 (5)
      • Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
      • King The Land : Lebih dari Sekedar Drama CEO
      • Selamatkan Hutan, Warisan Alam Generasi Penerus
      • Menikah Titik Dua : Sisi Lain Pernikahan
      • Rediscovering Hobbies: Reigniting the Passion for ...
    • ►  Juli 2023 (5)
  • ►  2022 (9)
    • ►  Maret 2022 (2)
    • ►  Februari 2022 (4)
    • ►  Januari 2022 (3)
  • ►  2021 (18)
    • ►  Desember 2021 (6)
    • ►  November 2021 (6)
    • ►  Juli 2021 (1)
    • ►  Juni 2021 (4)
    • ►  Mei 2021 (1)

Popular

  • Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
    Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
    Pernah denger brand Kojic Plankton nggak? Itu lho brand yang terkenal dengan sabun mencerahkan berwarna biru. Nah, brand lokal yang mengusun...
  • Fenomena BTS dan Cerita Fangirling
    Fenomena BTS dan Cerita Fangirling
      sumber : hot.detik.com Suatu hari di hari yang sangat tenang, tiba-tiba putri semata wayangku berteriak, "Ma, ayo beli McD BTS!"...
  • King The Land : Lebih dari Sekedar Drama CEO
    King The Land : Lebih dari Sekedar Drama CEO
      by hancinema Anyeong... Siapa yang masih nggak bisa move on dari drama ini? Drama yang udah ditunggu Kpopers generasi kedua sejak kolabora...

About Me

 

Stay at home mom. A learner.

Pengikut

instagram

Laporkan Penyalahgunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top