Review Anggi

Halaman

  • Beranda
  • About Me
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sitemap
  • Terms and Conditions
  • Home

Annyeong! Sudah Maret aja nih! Masih sibuk menghalu nggak? Hahaa... Kpoperz pasti udah tau banget dong dengan parfum hitz dari Korea ini! Yap, W Dress Room yang ternyata masih hitz banget!

Parfum ini punya banyak varian dan dua ukuran, 70 ml dan 150 nl. Saya mendapat produk yang no. 97, katanya sih yang dipakai sama Jungkook BTS.

pic by Google

Klaim :

Parfum serbaguna yang dapat menjaga keharuman dan kesegaran ruangan dan pakaian. Tersedia dalam berbagai varian aroma, yang mana masing-masing aroma memiliki karakteristik yang unik. Parfum ini juga dapat berfungsi sebagai anti-bakteri penghilang bau.

1. Safe to use:

Telah teruji klinis tidak mengandung zat berbahaya, sehingga aman digunakan.

2. Long-lasting scent:

Karena terbuat dari bahan pewangi berkualitas tinggi, aroma parfum dapat bertahan lama

3. Antibacterial, deodorizing effects:

Dengan menghilangkan 99,99% bakteri penyebab bau dan aroma tidak sedap, Anda dapat merasakan kesegaran setiap hari

4. Affordable & Portable:

Hadir dalam botol semprot portabel berukuran 70 ml & 150 ml yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja

How to use:

- Semprotkan 2-3 kali secara ringan dengan jarak 20-30cm ke area yang diinginkan.

- Dapat digunakan tidak hanya untuk pakaian, tetapi juga untuk sofa kain, gorden, dan tempat tidur yang sulit untuk sering dicuci.

- Tips! Semprotkan parfum pada bagian dalam kain terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada bahan kain yang lembut dan butuh perawatan ekstra

Ingredients:

Purified water (solvent), ethanol (fragrance), antibacterial agent, fragrance, ethoxylated propoxyl oxide Coal (Solubilizer, Dispersant/Higher alcohol (non-ionic) less than 5%), Isopro Pylidene glycerol.


Packaging


Parfum ini dilengkapi dengan box berwarna biru soft. Ada bahasa Korea tertera di bagian samping karena produk ini memang produk import dari Korea. Bagian tutup box ada stiker barcode yang bisa mendeteksi bahwa produk parfum ini asli atau palsu. Keren sih.


Kemasan parfum berbentuk botol bening dengan tutup berwarna hitam kokoh berlogo W di atas tutupnya. Stiker di parfum merupakan stiker kertas dove. Isi parfum 70 ml. Spraynya tidak macet sama sekali, semprotannya cenderung menyebar.


Scent

Sebenarnya agak sulit mendeskripsikan wangi sih. Kalau dari instagramnya W Dress Room id, wangi no 97 ini lebih ke fresh dan wangi buah dengan lime sebagai wangi utamanya. Tapi memang seperti wangi bayi yang lebih fresh. Menurut hidung saya wanginya super kalem. Bagai mencium wangi Jungkook lah kwkwk.

IG @wdressroom.id
IG @wdressroom.id

Sayangnya parfum ini cenderung lebih ke body mist, jadi cepat hilang sekitar 3 jam. Parfum ini bisa disemprotkan di mana aja. Saya pernah menyemprotkan untuk pengharum ruangan. Lumayan sih tapi ya sama cepat hilang juga apalagi bercampur dengan udara. Parfum ini lebih sering saya pakaikan ke anak saya untuk berangkat sekolah hihi.

Overall parfum ini lumayan lah untuk dibeli. Apalagi kegunaan yang multifungsi, bisa untuk pakaian, pengharum ruangan, kasur, gorden. Semua ! Cuma 54 ribuan aja bisa kamu dapatkan di W Dressroom Parfum Official. 


Happy Reviewing, 

Jogja, Maret 2022

Anggi


  • 0 Comments

 

sumber : hot.detik.com

Suatu hari di hari yang sangat tenang, tiba-tiba putri semata wayangku berteriak, "Ma, ayo beli McD BTS!" Gedubrak! Ett dah, padahal emaknya nggak pernah ngasih tau tentang BTS walau emak Kpopers dan beda fandom. 

Hari gini siapa sih yang nggak tau BTS, dari bocah sampai dewasa udah jadi Army. Walau bukan fans berat Kpop, minimal lah tau mukanya aja lewat iklan marketplace hijau dan iklan bank. Sederet penghargaan sudah mereka genggam. Penjualan album hingga menjapai 8,8 juta keping (catatan Desember 2020), hingga menjadi brand ambassador berbagai macam produk yang membantu peningkatan penjualan produk tersebut dalam waktu singkat seperti membuktikan kesuksesan BTS tidak layak dipandang sebelah mata. Nah, baru-baru ini restoran ayam cepat saji menggandeng BTS dengan tambahan sauce khas McD Korea dan tentu saja packagingnya yang sangat BTS sekali...warna ungu 😍😍😍 Tentu saja dooong kekuatan Army yang super duper ini merajalela di hampir seluruh gerai McD demi mendapat packagingnya yang unyu. Aku sendiri bukan big fans-nya BTS tapi ngeliat fandom lain kayak gini tuh jadi ikut seneng aja. Sampai anakku ikut 'teracuni' karena melihat banyaknya review McD x BTS ini tayang di Youtube. 


sumber : hotliputan6.com


Pro dan Kontra 

Fenomena kayak gini tuh tentu saja banyak menimbulkan banyak pro kontra yah. Apalagi suasana masih pandemi seperti ini tentu saja kerumunan delivery food tak terbendung. Kalau yang aku baca di berita bahkan ada gerai yang ditutup paksa sama polisi. Tapi, sisi positifnya, adanya antrian ini juga menjadi ladang rezeki untuk para ojek online, dari cerita mereka yang mendapat uang tip besar dari para Army. Jangan salah, fans Kpop itu banyak yang sangat royal. Jadi kayak dua sisi mata uang yang berlainan, saling nempel.


Cerita Fangirling

Sebenarnya fangirling itu nggak cuma terjadi di era BTS ini aja. Hello, kamu yang kelahiran 90-an apa tidak merasa pernah menjadi fans Westlife, F4, Backstreet Boys, Nsync, Boyzone, dll. Atau mau agak lokal dikit ada boyband G4UL yang digawangi Saiful Jamil, dkk, hihii... (ketauan umur). Sedikit cerita nih, dulu aku penggemar Westlife dan F4. Sebagai remaja yang baru menetas, pindah selera dari lagu Trio Kwek Kwek ke lagu-lagu cinta, tentu saja aku sangat bahagia sekali waktu nemu poster boyband kesayanganku nangkring di lapak majalah dekat rumah. Omku malah belikan aku banyak poster F4 kala itu. Aku pun betah ke perpustakaan buat baca majalah remaja buat nyari kabar tentang mereka.



Lanjut lagi waktu ramai Kpop Gen2, yah you know lah para Kpopers udah bisa nebak siapa saja Kpop Generasi kedua. Ramainya fenomena Kpop ini mulai memanggil hasratku. Seperti biasa namanya juga fans baru pasti heboh nungguin lagu baru mereka, baca cerita fanfiction dari blog orang (dulu belum ada Wattpad), nontonin reality show mereka walau cuma ngambil dari warnet, wakakak. Sungguh sederhana sekali fangirlingku jaman dulu. Berbeda dengan era digital sekarang yang lebih mudah mendapatkan merchandise atau printilan lain menunjang hasrat fangirling. Walau berbeda tapi rasa bahagianya sama. Barangkali itu juga yang dirasakan oleh Army saat bisa mendapat packaging BTS x McD super unyu.

Menurut pengalamanku pribadi, jadi Kpopers itu ada beratnya juga, coy. Merasa kudu banget ngestalk tentang kepribadian dan keseharian mereka. Belum lagi mantengin V-live, reality show, ikut komunitas fandom, beli merchandise, bonusnya nabung buat nonton konser. Berat diongkos, kalau aku sih hihi... Tapi semakin dewasa bahkan udah jadi orangtua semakin bisa mengatur waktu, jadi kegiatan fangirling udah mulai berkurang dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Nggak ada yang salah dengan fangirling. Yang salah adalah saat kegiatan fangirling menjadi boomerang buat kita yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengikuti kegiatan mereka tanpa jeda, membeli merchandise atau printilan Kpop dengan memaksakan diri agar terlihat sebagai fans sejati. Aku coba uraikan beberapa 'jebakan' Kpop menurut pendapatku pribadi :

Menjadi Konsumerisme

Nah fenomena McD x BTS ini adalah strategi marketing yang menyasar para fans yang dikenal loyal dan fanatik. Apalagi para Army memperlakukan BTS sebagai referensi utama dan panutan dalam perilakunya setidaknya dalam 4F yakni fashion, fun termasuk musik, film, dan food. Strategi marketing kreatif ini terbukti sangat efektif. Hal negatifnya sih bisa bikin kita terjebak FOMO, apalagi sifat manusia yang selalu menghindari resiko termasuk resiko tertinggal. Menjadi salah apabila membeli suatu produk berbau Kpop (dalam hal ini membahas Kpop ya) dengan memaksa. Ditambah mindset kalau nggak beli barang itu bukan fans sejati. Sebaiknya kita sebagai fans harusnya bijak dalam membeli sesuatu. Mungkin dari orangtua yang mulai menanamkan bijak dalam membeli, mengingat para fans Kpop tidak hanya dari usia dewasa tapi juga remaja tanggung yang masih sangat butuh pengarahan. Mungkin bisa juga dari lingkungan komunitas fandom yang juga turut memberikan edukasi bijak mengenai budaya konsumtif tadi. Contoh, nggak apa-apa kok nggak harus beli merch, dukung aja cukup. Kalau belum ada uangnya nggak apa-apa kok nggak beli album dulu toh tidak mengurangi rasa kebanggaan pada idola. Pengalamanku memantau fans di fandomku, MyDay (i'm a fan of Day6 btw), MyDay di twitter cukup bijak dalam memberi edukasi ke para fans termasuk fans baru. Pernah aku mendapati twitter dari adminnya, dia bilang, ya nggak apa-apa kalau kalian emang belum mampu beli dan nonton konsernya. It takes a village to raise a child ye kan?

Rentan War dan Bully

Era Kpop Generasi kedua jujur, aku belum pernah ngeliat war sih (or maybe aku nggak tau?). Soalnya bebas aja gitu ngeship member satu dengan yang lainnya bahkan sampai bikin video gabungan mereka berdua dijadiin satu adegan ala drama korea, kalau sekarang nyebutnya manip (ya ala ala gitu lah). Hanya sekarang terasa 'war'nya yah 😀😀 Entah karena ngeship atau karena idolanya nggak menang penghargaan 😀😀 

Pembullyan pun juga masih kerap terjadi antara fans kpop vs non kpopers, dan antar fandom itu sendiri. Apalagi di twitter sering suka ada yang ngatain, "ava korea cringe". Padahal yang cringe cuma seorang lho kok seolah jadi nyinyirin semuanya 😂 Ada juga para non Kpopers yang selalu merasa dirinya menjadi 'wah' karena nggak suka Kpop, ngatain muka plastik, dll. Ngapain sih ngatain, capek amat 😂

Ada lagi Ageism dalam fandom. Ageism adalah diskriminasi soal usia memang marak di industri K-pop, di mana para idola sudah “dikarbit” sejak usia semuda 12 tahun. Udah tau lah ya sepak terjang mereka dimulai dari masih piyik banget. Nah, Ageism ini ternyata juga sebuah paradoks dalam budaya Korea yang menjunjung tinggi hierarki berdasarkan umur dan selalu mendahulukan orang yang lebih tua, hingga tahun 2009 pemerintah Korsel mengesahkan UU tentang Larangan Diskriminasi Usia dalam Pekerjaan, yang tidak mengizinkan diskriminasi usia dalam perekrutan, upah, kenaikan pangkat, dan pemutusan hubungan kerja. Dalam fandom sendiri juga ada diskriminasi seperti itu. Misal nih usia 30an dianggap masih seperti anak kecil karena masih suka Kpop. Jadi inget dramanya Park Min Young 'Her Private Life' yang tak mau membuka jati dirinya menjadi Kpopers karena statusnya sebagai kurator dan sudah dewasa.

Tidak Belajar Manajemen Waktu

Belajar mengatur waktu keliatannya mudah tapi emang susah. Ngebagi waktu antara belajar dan kegiatan lain sama ngefangirling! Yuk ah jangan habiskan waktu untuk selalu pantau berita idola, i mean, sampai rebahan seharian nggak ngelakuin apa-apa gitu. Kalau mau fangirling jadi fans berprestasi juga, minimal rajin belajar atau tetap sediakan waktu untuk kegiatan lain secara fokus. Toh itu juga untuk kebaikan dan nilai tambah untuk diri sendiri ya kan?

Over Bucin

Hal paling sering terjadi kalau fangirling itu apa yok, ngaku-ngaku jadi istrinya idola 😂 Boleh sih tapi kurangin dikit aja kadarnya gitu 😁 Kurangin juga bilang 'rahim anget', ini seperti merendahkan diri sendiri lhoo shayyy. Jangan yah shaayy. Harga diri kita mahal.

Meski ada 'jebakan' yang kelihatannya negatif, eh tapi jadi fans Kpop juga banyak kegiatan positifnya. Prestasi terbesar adalah 16 fandom berdonasi untuk korban bencana alam hingga mencapai Rp 1,4 M! 💜💜 Fantastis bukan?

Sebagai penutup, meskipun kita punya idola sendiri tapi semoga menjadi manusia yang lebih bijak lagi yah. Jangan sampai mengidolakan seseorang merubah kita menjadi orang yang mubazir bahkan sampai menganiaya diri sendiri. Nauzubillah... 

Ini Kata Anggi,
Bagaimana dengan kata kamu?

Jogja, Juni 2021
Anggi

Sumber bacaan :
https://magdalene.co/story/hadapi-ageism-ini-cara-idola-perempuan-bertahan-dalam-industri-k-pop
https://gensindo.sindonews.com/read/315306/700/16-fandom-k-pop-indonesia-kumpulkan-rp14-miliar-untuk-korban-bencana-fans-bts-dan-exo-terdepan-1611716511
https://www.kompas.tv/article/182690/belajar-strategi-pemasaran-mcd-lewat-bts-meal-dari-kacamata-akademisi-ugm?page=all
  • 6 Comments
Postingan Lama Beranda

Follow Me

  • instagram
  • Blog
  • Twitter
  • Tiktok

Community

1minggu1cerita

recent posts

Labels

1minggu1cerita Beauty Beauty Review Blogger Perempuan BTS Curhat Emak Cushion Drama Korea Isu Terkini Kpop Life Story Lifestyle Marriage Parenting Product Review Review Buku Review Drama

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Archive

  • ▼  2023 (10)
    • ▼  Agustus 2023 (5)
      • Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
      • King The Land : Lebih dari Sekedar Drama CEO
      • Selamatkan Hutan, Warisan Alam Generasi Penerus
      • Menikah Titik Dua : Sisi Lain Pernikahan
      • Rediscovering Hobbies: Reigniting the Passion for ...
    • ►  Juli 2023 (5)
  • ►  2022 (9)
    • ►  Maret 2022 (2)
    • ►  Februari 2022 (4)
    • ►  Januari 2022 (3)
  • ►  2021 (18)
    • ►  Desember 2021 (6)
    • ►  November 2021 (6)
    • ►  Juli 2021 (1)
    • ►  Juni 2021 (4)
    • ►  Mei 2021 (1)

Popular

  • Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
    Review Daily Skin Perfect Cushion by Kojic Plankton
    Pernah denger brand Kojic Plankton nggak? Itu lho brand yang terkenal dengan sabun mencerahkan berwarna biru. Nah, brand lokal yang mengusun...
  • Fenomena BTS dan Cerita Fangirling
    Fenomena BTS dan Cerita Fangirling
      sumber : hot.detik.com Suatu hari di hari yang sangat tenang, tiba-tiba putri semata wayangku berteriak, "Ma, ayo beli McD BTS!"...
  • NPURE Centella Asiatica (CICA) Day Cream & Night Cream, Kulit Sehat Alami
    NPURE Centella Asiatica (CICA) Day Cream & Night Cream, Kulit Sehat Alami
    Sekarang banyak produk lokal yang nggak kalah keren dari produk import yah besties, salah satunya adalah NPURE yang sudah berdiri sejak 2017...

About Me

 

Stay at home mom. A learner.

Pengikut

instagram

Laporkan Penyalahgunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top